Selasa, 28 Februari 2012

Ngeseks Bikin Langsing

Bagi yang pantang seks, tidak usah melanjutkan membaca artikel ini. Namun sebelum berpindah halaman, ada baiknya mengetahui sedikit fakta berikut: melakukan aktivitas seks secara teratur ternyata memberikan keuntungan fisiologis. Tentu saja dengan catatan Anda tidak terkena penyakit menular seksual.

Keuntungan fisiologis tadi seharusnya membuat orang tidak malas melakukan hubungan seksual. Tentu dengan pasangannya. Juga memberi pengertian bahwa kenikmatan hubungan seksual tak semata ejakulasi dan orgasme.
Manfaat hubungan seksual dengan kesehatan seseorang telah muncul di benak para peneliti. Misalnya saja para peneliti di Queens University di Belfast yang melakukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kesehatan seseorang dan frekuensi hubungan seksual. Penelitian ini melibatkan data angka kematian 1.000 pria paro baya selama satu dekade. Aspek lingkungan, umur, dan kesehatan juga diperhatikan.
Hasil penelitian itu disebarkan melalui British Medical Journal pada tahun 1997. Kesimpulannya begini: pria yang memiliki frekuensi orgasme tinggi memiliki angka kematian lebih rendah separonya dibandingkan yang sedikit frekuensi orgasmenya.
Tak hanya itu saja. Beberapa penelitian mencoba menggali dan melengkapi soal hubungan antara "kenikmatan dunia" ini dengan kesehatan pelakunya. Ternyata banyak fakta positif di balik hubungan seksual.
Mau tahu apa saja fakta itu?

Memperbaiki indra penciuman. Setelah melakukan hubungan seks, produksi hormon prolaktin meningkat. Hal ini akan menyebabkan sel induk di otak membentuk neuron baru di pusat penciuman.

Mengurangi penyakit jantung. Tahun 2001, Queens University melakukan penelitian dengan fokus pada kesehatan jantung. Hasilnya? Pria yang melakukan aktivitas seksual tiga atau lebih seminggu memiliki faktor risiko terkena serangan jantung setengah lebih rendah dibandingkan mereka yang tak rajin beraktivitas seksual.

Berat badan turun. Hmmm ... buat yang mau melangsingkan, berita ini sungguh membuat hati adem. Bagaimana tidak, seperti pepatah "sekali dayung dua tiga pulau terlampaui", begitulah dengan aktivitas seksual. Aktivitas seksual bisa digolongkan sebagai olahraga; sebuah pertandingan menggairahkan yang dapat membakar kalori sebanyak 200 kal. Setara lari selama 15 menit di treadmill atau bermain squash satu game.
Tak hanya membakar kalori, denyut jantung naik dari 70 detak per menit menjadi 120 detak per menit. Kontraksi otot selama berhubungan seks terjadi pada panggul, paha, pantat, lengan, leher, dan paru-paru (thorax). Ngeseks juga bikin produksi testosteron meningkat, yang berakibat menjadi kuatnya tulang dan otot.
Jika hal ini bisa dimaksimalkan, maka majalah Men's Health bisa-bisa kehilangan pembaca.

Mengurangi depresi. Kesimpulan ini diambil dari penelitian pada tahun 2002 terhadap 293 wanita. Psikolog Amerika Serikat Gordon Gallup melaporkan bahwa pada wanita yang berhubungan seksual dengan pasangan yang tak berkondom jarang terkena depresi dibandingkan dengan wanita yang ngeseks bersama pria berkondom. Kuncinya ada di prostoglandin, hormon yang hanya ditemukan di cairan mani (semen). Hormon ini diserap di saluran genital wanita dan kemudian mempengaruhi hormon wanita yang mengatur soal emosi. Cuma, ya harus diperhitungkan soal masa subur jika tidak mau memperoleh keturunan dari aktivitas yang dilakukan.

Pelepas nyeri. Segera sesudah orgasme, tingkat hormon oksitokin meningkat lima kali dibandingkan kondisi normal. Hormon ini berhubungan dengan pelepasa endorfin, yang mengurangi nyeri apa saja, mulai dari sakit kepala sampai radang sendi hingga migrain. Pada wanita, seks juga membantu produksi estrogen yang dapat menurunkan nyeri akibat sindrom premenstruasi (PMS).
Jadi, jika tak ada parasetamol, Anda sudah tahu penggantinya 'kan?

Mengurangi seringnya flu dan demam. Wilkes University di Pennsylvania menyatakan bahwa melakukan kegiatan seksual satu atau dua kali seminggu dapat meningkatkan kadar antibodi yang dikenal dengan immunoglobulin A sampai 30%. Immunoglobulin A dikenal sebagai pendongkrak sistem kekebalan.

Mengontrol kandung kemih dengan lebih baik. Pernah mendengar latihan Kegel? Sadar atau tidak, setiap Anda menahan kencing sebenarnya sudah melakukan latihan Kegel. Hal yang sama ternyata terjadi pada saat Anda melakukan hubungan seks! Cuma, kalau menahan kencing ada dampak buruknya, melakukan senggama?

Gigi yang lebih bagus. Seminal plasma (cairan yang membuat sel sperma bisa bergerak) mengandung seng, kalsium, dan mineral lain yang ternyata dapat memperlambat kerusakan gigi. Namun bukan di situ kegunaan seks dalam membikin gigi lebih bagus. Ajaran orang tualah - yakni sebelum berasyik masyuk harus menggosok gigi - yang membuat gigi lebih bagus.

Prostat yang lebih "gembira". Beberapa urolog berpendapat bahwa ada hubungan antara tidak seringnya ejakulasi dengan kanker prostat. Dasar pemikirannya kira-kira begini. Untuk memproduksi cairan seminal, prostat dan gelembung seminal membutuhkan bahan dari darah seperti seng, asam sitrik, dan potasium, lalu memadatkannya. Semua karsinogen yang ada di darah juga dipadatkan. Daripada cuma ngendon malah bikin perkara, mendingan karsinogen tadi dikeluarkan. Nah, hubungan seks bisa menyelesaikan hal ini. Jika hanya ingin mengeluarkan saja, masturbasi mungkin jadi jalan terbaik.
Akan tetapi, kuncinya bukan di hubungan seksnya. Soalnya, pria yang suka berhubungan seks dengan banyak pasangan justru risiko terkena kanker prostat naik sampai 40%. Penelitian terbaru yang dipublikasikan oleh British Journal of Urology International menegaskan bahwa pria di usia 20-an tahun dapat mengurangi risiko terkena kanker prostat sampai sepertiganya dengan ejakulasi lebih dari lima kali seminggu.

Penyempitan vagina
Manfaat tadi mungkin tak terperhatikan kala kesehatan kita tak mengalami masalah. Bahkan bisa jadi diabaikan. Dalam berhubungan seksual yang penting enaknya. Lain halnya jika ada kendala dalam berhubungan seksual. Ereksi lemah adalah salah satunya.
Dr J Francois Eid, urolog di Weill Medical College of Cornel University dan New York Presbyterian Hospital, mengamati bahwa disfungsi ereksi berkaitan dengan sistem pembuluh darah. Badan yang lemas harusnya menjadi penanda bahwa Anda memiliki gangguan dalam sistem saluran darah di dalam tubuh. "Bisa saja itu berarti tanda tekanan darah tinggi atau diabetes atau meningkatnya kadar kolesterol. Itu sudah lampu merah yang sudah waktunya Anda menemui dokter."
Olahraga bisa dijadikan pintu masuk untuk menghindari masalah tadi. "Pria yang berolah raga akan memiliki jantung bagus serta fit. Biasanya mereka memiliki ereksi yang bagus. Jadi, ada hubungan antara peredaran darah dan ereksi"
Cuma, apakah ada masalah jika terlalu banyak ngeseks?
 Bagi perempuan jawabannya: mungkin tak bermasalah. Untuk pria? Pikir dulu menggunakan logika.

Menurut Dr Claire Bailey dari University of Bristol, sedikit risiko atau malah tidak ada sama sekali bagi perempuan jika overdosis dalam soal seks. Dalam kenyataannya, ujar Claire, aktivitas seks secara teratur tak hanya membuat perut dan pantat padat, namun juga memperbaiki postur  tubuh yang bersangkutan.
Dr George Winch Jr, seorang ginekolog di Nevada, sependapat dengan Claire. "Sepanjang tak ada penyakit seksual atau gangguan kehamilan misalnya." Memang, terkadang muncul masalah dalam hal pelumasan. Jika tidak diantisipiasi hal ini akan menimbulkan perlukaan di dinding vagina.
Justru wanita yang absen ngeseks bakal terhadang beberapa risiko. Pada wanita postmenopausal, salah satu risiko adalah vaginal athrophy atau penyempitan vagina. Dr Winch memiliki pasien paro baya yang selama tiga tahun tak melakukan aktivitas bersetubuh. "Tidak berminat," begitu alasan wanita ini. Vaginanya menyempit karena tak terpakai. Kondisi ini bisa menyebabkan dysparenia, atau nyeri saat bersetubuh. Winch menyarankan ke pasiennya untuk membeli vibrator atau ia akan kehilangan fungsi vagina sebagai organ seksual.
Untuk lelaki, urolog Eid berkata bahwa untuk saat ini kaum lelaki dimanjakan oleh obat-obatan penunjang macam Viagra dan Levitra yang membuat lelaki bisa tahan lama. Penis sendiri merupakan organ yang sangat ulet. Namun sesuatu pasti ada batasnya. Jaringan pembentuk penis jika dibebani terus menerus dapat berakibat cedera. Bahkan bisa menimbulkan kerusakan permanen.
"Ya, mungkin saja bagi anak muda yang sangat bergairah dan menyukai aktivitas seksual yang kasar dapat rusak penisnya. Obat-obatan dapat meningkatkan kekerasan penis; apalagi obat-obatan ini juga bisa memungkinkan lelaki memperoleh orgasme kedua atau ketiga tanpa menunggu waktu istirahat.
 
Pemain bola sering menggunakan doping obat. Mereka menggunakan Viagra sebab secara seksual mereka sangat aktif. Apa yang mereka harapkan dari tubuh mereka tak masuk akal. Tak jarang mereka tak mau mendengarkan suara tubuh yang sudah kelelahan. Bukannya istirahat, kelelahan tadi dilawan dengan kortison, dan aktivitas pun berlanjut.

Senin, 20 Februari 2012

Perempuan Lebih Rentan Terkena 'Emotional Eating'

Dibanding dengan laki-laki, ternyata perempuan lebih rentan terhadap 'emotional eating'. Waspadalah bagi perempuan!

Emotional eating bisa dikatakan sebagai respon terhadap emosi yang dilampiaskan melalui makanan, meskipun ia sedang tak lapar. Jika dibiarkan terus, emotional eating ini dapat memicu seseorang mengalami kelainan makan seperti binge eating. Binge eating ini merupakan keadaan ketika seseorang makan dengan porsi yang berlebihan. Atau, dapat dikatakan tidak normal. Jika tak dapat dikendalikan, ia akan mengalami obesitas. Mengerikan, bukan?
Emotional eating, bahkan mungkin kelainan makan, acapkali kita temui di kalangan kaum perempuan. Kita lihat, lebih banyak kaum perempuan yang menjalani diet ketat ketimbang kaum laki-laki. Kita juga bisa lihat, lebih banyak kaum perempuan yang melampiaskan emosinya melalui makanan ketimbang kaum laki-laki. "Biasanya - meskipun tak mutlak - laki-laki melampiaskan emosinya melalui rokok atau alkohol. Nah, budaya ketimuran yang kita anut seolah tak menganjurkan perempuan melakukan hal yang sama dengan laki-laki," ujar Fitri Fausiah, psikolog klinis dari Universitas Indonesia. Begitu rentankah kaum perempuan dengan emotional eating ataupun kelainan makan?

Menurut Fitri, secara umum gangguan makan diderita perempuan karena perempuan memang memiliki banyak tuntutan. “Susah menjadi perempuan di banyak budaya. Perempuan dituntut sempurna, punya badan ideal,” ujarnya. Misalnya, adanya penderita anoreksia dan bulimia. Konsep cantik bagi perempuan yang terlanjur mengakar adalah tinggi dan langsing.

Merasa ada tuntutan untuk bertubuh ideal dari masyarakat, bahkan orangtua juga menjadi salah satu tekanan bagi si perempuan. Fitri menambahkan, kadang-kadang orangtua menuntut lebih tinggi pada anak perempuan ketimbang anak laki-laku. Misalnya, perempuan harus lebih bisa menjaga dan merawat badan.

Kalau agak gemuk, kadang disamakan dengan tak merawat badan.Emotional eating ini tentunya akan mengganggu bagi mereka yang sedang menjalankan program diet. Diet itu sendiri pun harus diikuti dengan perubahan gaya hidup secara menyeluruh, termasuk mengendalikan emotional eating. Perlunya dukungan dari keluarga maupun lingkungan sekitar pun sangat penting untuk mengendalikan emotional eating-nya.

Pria Tiga Kali Lebih Rentan Terkena Kanker Hati

Wahai para pria, baca baik-baik tulisan ini. Dibandingkan dengan wanita, Anda lebih rentan terkena kanker hati. Tak tanggung-tanggung, rasio penderita pria tiga kali lipat - bahkan mencapai enam kali lipat - dibandingkan dengan penderita perempuan. Ngeri? Tapi itulah hasil penelitian terhadap 632.000 kasus kanker hati yang terdiagnosa di dunia.

Mengapa begitu? Guru Besar FKUI, Prof.dr. Ali Sulaiman, PhD,SpPD-KGEH menjelaskan, perbedaan hormonal dan tingkah laku para pria memicu datangnya kanker hati. Kebiasaan sering keluar malam ternyata berefek besar pada masuknya virus hepatitis A atau B. Ditambah lagi daya tahan tubuh pria lebih lemah ketimbang wanita.

Kanker hati yang dijuluki silent killer ini menduduki posisi ketiga dalam ranah kanker pencabut nyawa. Di Asia Pasifik misalnya, angkanya mencapai 396.000 tiap tahunnya. Disebut pembunuh diam-diam karena memang pada umumnya tidak menunjukkan gejala khusus. Kalaupun ada gejalanya, 40% lebih tidak spesifik terdiagnosis.

Dengan begitu, ada baiknya lebih peka terhadap gejala-gejala seperti berkurangnya berat badan, kehilangan nafsu makan terus menerus, rasa sakit di sekitar bahu kanan, sakit kuning, serta kelelahan yang tak biasa. hal-hal tadi menjadi pertanda untuk menuju ke pintu masuk kanker hati. Untuk di negara Asia dan Afrika, gejala ini paling banyak dipicu oleh infeksi kronis hepatitis B, sedangkan di Eropa dan Jepang oleh hepatitis C. Faktor risiko lainnya diantaranya obesitas, diabetes, merokok dan konsumsi alkohol, serta paparan jangka panjang terhadap aflatoksin (toksin pada kacang tanah).

Butuh waktu lama dari infeksi menuju kanker hati. Seperti terungkap dalam seminar "Meningkatkan Harapan Hidup Pasien Kanker Hati dengan Terapi Target," ternyata, "Infeksi kronis hepatitis A dan B bisa berkembang menjadi kanker hati dalam kurun waktu 15-20 tahun."

Penanganan kanker hati dilakukan berdasarkan jenis dan tahap kanker serta fungsi hati si pasien. Bila stadium kanker pasien masih di bawah 4 cm, beberapa tindakan seperti operasi pengangkatan tumor, transplantasi hati, serta pengobatan menggunakan frekuensi listrik tinggi (Radiofrecuency Ablation/ RFA) dapat dilakukan. Bila stadium kanker di atas 4 cm atau stadium lanjut, penanganan paliatif (terapi target) yang lebih dikenal dengan sorafenib jadi solusinya.

"Terapi target bekerja dengan cara menghambat molekul yang membantu pertumbuhan dan perkembangan kanker. Meski tidak menyembuhkan total, namun terapi ini dapat menambah angka harapan hidup pasien," kata Prof. Ali.

Berdasarkan uji klinis Sorafenib Assessment Randomized Protocol (SHARP), rata-rata kelangsungan hidup secara keseluruhan adalah 10,7 bulan dibandingkan dengan plasebo (obat untuk memberikan efek psikologis dan keyakinan untuk sembuh). Karena sangat berefek besar pada kondisi hati pasien, 1 butir obat sorafenib dihargai Rp 450.000,-. Setiap harinya pasien dianjurkan untuk minum empat kali. Pengobatan sorafenib tidak ditentukan jangka waktunya karena tergantung kondisi pasien.

Wahai para pria, sadarkah Anda kini?

Sabtu, 18 Februari 2012

Ada Tips Menghindari Stres Nih

Seberapa sering kegiatan kita membuat stres? Itu berarti kita perlu istirahat sejenak dari kegiatan. Bagaimana jika tidak punya waktu untuk berlibur? Jangan khawatir, lakukan saja langkah-langkah berikut untuk menghilangkan stres, sehingga stres tidak mengganggu hari kita. Nah, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu menghilangkan stres.

Hipnosis diri
Lupakan semua beban pekerjaan yang selalu mengganggu pikiran kita. “Hipnosis adalah konsentrasi terfokus tingkat tertinggi,” kata David Spiegel, direktur Stanford School of Health and Stress. Jika dilakukan dengan baik, hipnosis bisa menjernihkan pikiran, menurunkan tekanan darah, dan tekanan pada otot.
Bayangkanlah sesuatu yang membuat kita stres, misalnya, kemacetan lalu lintas. Lalu, bayangkan juga solusi, seperti jalan besar tanpa kemacetan lalu lintas. Kita akan merasakan memasukkan bayang-bayangan tadi. Cobalah lakukan ini selama lima menit, tiga atau empat kali sehari.

Memaafkan
Tidak peduli seberapa sakit rasanya ditinggal oleh seseorang, kita harus bisa memaafkan. Melepaskan energi negatif sangat kuat untuk menghilangkan stres. Kita pun harut tulus menghapus kemarahan untuk mendapatkan energi positif. “Memaafkan bisa membantu kita melihat kebenaran. Bila kita marah, indera kita hanya dibatasi dalam ruang lingkup itu,” kata Charlotte Vanoye, psikolog dari Hope College.

Buka jendela
Siapa yang mengira melihat keluar jendela memberikan efek santai? Sebuah penelitian menyatakan, ketika tingkat stres meningkat, mereka yang melihat pemandangan alam, suasana hati akan kembali ke tingkat normal tingkat normal lebih cepat dibandingkan dengan tampilan digital atau dinding kosong. Jadi, ternyata otak tidak mudah tertipu. Mental dan fisik akan menjadi lebih baik ketika bersinggungan dengan alam.

Blokir stres dengan bunga
“Bukan rahasia lagi kalau stres bisa diatasi dengan alam,” kata Mehmet C. Oz, penulis You:Stress Less. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Harvard dilakukan dengan mengirim bunga kepada sekelompok wanita dan lilin ke kelompok lain. Hasil penelitian menunjukkan, kelompok pertama tidak merasa lelah dan stres dibandingkan kelompok kedua. Dr. Oz menyarankan untuk menempatkan bunga di atas meja agar terhindar dari stres kerja.

Mencari sinar matahari
“Stres dipicu ketika tubuh tidak mengetahui jam berapa sekarang. Kontak mata dengan sinar matahari sangat penting untuk memberitahu otak perihal jam biologis kita,” kata Julie Holland, asisten profesor psikologi di Fakultas Kedokteran Universitas New York. Luangkan waktu untuk berjalan 20 menit di pagi hari, tiga kali seminggu, untuk membantu tubuh menghindari stres.

Melihat foto
Mengagumi foto seorang model atau aktor tampan mampu mengurangi tekanan dalam hidup kita. Dalam sebuah penelitian oleh University of Louisville, setengah orang yang melihat foto-foto wanita cantik mengaku menjadi tenang setelah itu.

Ciptakan Rasa Senang Dengan Berolahraga !!

Sebagian orang menganggap olahraga sebagai kegiatan yang membuat gerah, berkeringat, maupun napas terengah-engah. Akhirnya muncul rasa bosan. Sebenarnya tak demikian, tergantung bagaimana kita menyikapi si olahraga itu. Mau kita bikin ‘berat’ atau kita bikin senang?

Ada yang pada awalnya semangat berolahraga, kemudian tumbang di tengah jalan karena bosan atau merasa tertekan. Padahal cukup banyak olahraga yang dapat memberikan rasa semangat dan senang, contohnya berenang, skipping, atau olahraga outdoor. Namun, tak berarti olahraga yang lain itu tak menyenangkan. Itu tergantung pada diri kita sendiri.
Dengan olahraga rutin, cukup banyak manfaat yang dapat kita peroleh. Seusai olahraga badan memang terasa lelah, tapi produksi adrenalin meningkat dan membuat otak menjadi lebih segar. Dengan begitu, kita akan lebih semangat dalam beraktivitas. Selain itu, olahraga rutin juga membantu kita dalam proses relaksasi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kurang lebih 30% dari mereka yang memulai olahraga secara rutin akan putus asa, dan bagian buruknya adalah berhenti berolahraga. Apa yang membuat mereka sedemikian ‘terpuruk’ dalam menghadapi gaya hidup sehat dengan berolahraga? Tentu saja banyak, misalnya, perilaku, masalah keluarga, gaya hidup, dan lain-lain. Namun, jangan biarkan semua itu menghalangi kita dalam menerapkan olahraga rutin.

Nah, ada beberapa catatan yang mungkin kita perlukan untuk memacu kita berolahraga rutin, di antaranya:
  1. Semua berawal dari niat. Mantapkan niat Anda untuk menerapkan olahraga secara rutin. Ingat, rasa yakin yang kuat akan menjadi motivasi kuat!
  2. Jadwalkan olahraga Anda sesuai dengan waktu yang tepat. Misalnya, bila Anda suka berolahraga di pagi hari karena dapat menghirup udara sejuk, lakukanlah di pagi hari. Segera tentukan dan laksanakan dengan konsisten.
  3. Mulailah dengan olahraga yang Anda suka. Jangan memaksakan diri untuk langsung berolahraga yang ‘berat’.
  4. Kecenderungan orang yang memutuskan untuk berhenti berolahraga adalah target yang tak realistis. Sama halnya dengan diet. Target yang tak jelas hanya akan membuat depresi.
  5. Adakan variasi dalam berolahraga agar tak cepat bosan. Misalnya, Anda bisa juga sesekali berkebun, berenang, atau hiking.
  6. Yang paling penting, tentunya menghindari faktor-faktor pematah semangat. Misalnya, kurang istirahat dan rasa bosan. Sekarang juga, mulailah berolahraga rutin!

Menguap Belum Tentu Tanda Bosan

Kapan Anda menguap? Menguap bisa menjadi indikasi Anda sedang mengantuk, tertekan, bosan, lelah, atau sebagai sinyal perubahan aktivitas, misalnya sehabis bangun tidur atau sebelum tidur. 
Anda juga menguap jika orang di sebelah Anda menguap. Betul, menguap itu menular. Sudah banyak yang melakukan penelitian terhadap fenomena ini. Terakhir, peneliti dari University of Pisa, Italia, bekerja sama dengan Institute of Cognitive Sciences and Technology, Roma, menemukan hasil bahwa fenomena menguap yang menular itu sebuah bentuk hubungan emosional.
Menurut Elisabetta Palagi, peneliti dari Institute of Cognitive Sciences and Technology, fenomena tersebut juga terjadi pada hewan dengan tingkat kognitif yang tinggi dan kemampuan afektif, seperti anjing. “Pada manusia, menguap bisa menular dari orang lain yang menguap dalam selang waktu lima menit,” katanya.

Mengenai menularnya menguap sebagai sebuah bentuk hubungan emosional, dari hasil penelitian juga ditemukan bahwa fenomena menguap yang menular lebih sering terjadi, dan lebih responsif antara dua orang yang mempunyai hubungan empatik, sahabat dekat, saudara, atau pasangan.
Pengumpulan data dilakukan dengan melibatkan ratusan remaja dan lebih dari 400 pasangan. Mereka diteliti dengan waktu yang berbeda: saat makan, di kereta, di tempat kerja, dan sebagainya. Penelitian yang dilakukan selama setahun lebih ini dilakukan di Italia dan Madagaskar. Namun, objek penelitian tersebut berasal dari negara-negara yang berbeda. Hubungan keluarganya juga dibuat acak: orang asing dan kenalan jauh, teman, saudara (orangtua, kakek buyut/cucu, dan saudara kandung), dan juga pasangan kekasih/suami-istri.
Hasil penghitungan data statistik menunjukkan bahwa frekuensi tertularnya menguap (kapan dan seberapa banyak) tidak dipengaruhi oleh perbedaan konteks sosial dan kegiatan yang dilakukan. Artinya, entah itu sedang makan atau bekerja, atau apakah orang yang menguap itu terlihat, terdengar, atau bahkan terlihat dan terdengar, tetap akan tertular.
Kewarganegaraan juga tidak memengaruhi frekuensi tertularnya menguap. “Yang terlihat (dari hasil penelitian tersebut) justru adalah hubungan emosional yang terjalin antara yang menguap pertama dan yang tertular,” kata Ivan Norscia dari University of Pisa. Dari data penelitian juga diketahui bahwa ketika ada yang menguap, yang tertular paling cepat adalah orang yang mempunyai hubungan emosional paling dekat dengannya, misalnya yang mencintainya. Jika dibuat urutan, kemungkinan tertularnya besar adalah saudara dekat, sahabat, lalu kenalan, dan yang terakhir adalah orang asing. Jika diurutkan berdasarkan cepatnya respons, yang paling cepat adalah teman, saudara, dan pasangan. Orang asing responsnya lebih lambat.
“Hasil penelitian ini didukung oleh beberapa temuan data di bidang neurobiologikal dari laporan penelitian sebelumnya,” kata Elisabetta Visalberghi, koordiantor penelitian ini. “Laporan-laporan tersebut menunjukkan bahwa beberapa bagian otak yang aktif ketika menguap bekerja berbarengan dengan daerah otak yang yang memproses emosi seseorang terhadap orang lain."
Singkatnya, aktivitas menguap bisa menjadi sinyal empati, bukan melulu tanda bosan. (Sciencedaily

Kamis, 16 Februari 2012

TIPS MEMPERKUAT DAYA INGAT

cara Memperkuat Daya Ingat ,sobat makin tua makin lupa, makin bayak masalah juga makin lupa, sudah sekarang saya bakal post mengenai kesehatan, mengenai bagaimana cara mempertahankan daya ingat kita supaya gak jadi pikun, berikut tipsnya :


  1. Mengkonsumsi kacang kedelai. Menurut Prof. Sandra File dari Guy’s Hospital, London, kacang kedelai mengandung isoflavones. Di dalam otak isoflavones dapat bertindak sebagai reseptor estrogen, terutama dalam hipokampus, area penting untuk memori.
  2. Mengkonsumsi zat besi. Zat besi memainkan peranan penting dalam mengubah sinyal dalam otak.
  3. Mengkonsumsi kopi. Kopi dapat meningkatkan penampilan mental dan memori.
  4. Mengkonsumsi permen karet. Para peneliti jepang menemukan bahwa aktivitas dalam hipokampus mengalami peningkatan saat orang sedang mengunyah permen karet.
  5. Mengkonsumsi Ginkgo biloba. Ginkgo biloba dikenal dan digunakan sebagai obat penguat daya ingat selama beribu-ribu tahun yang lalu.
  6. Mengkonsumsi minyak ikan. Minyak ikan banyak mengandung asam lemak omega 3, yang merupakan komponen penting dari membran sel otak dan dapat memperbaiki kekuatan daya ingat.
  7. Mengkonsumsi Rosemary dan sage. Minyak dari tumbuhan ini dapat merangsang memori, memperkuat kejernihan dan kesadaran serta membantu menyembuhkan kelelahan mental.
  8. Konsumsi Vitamin B. Vitamin B berfungsi mengirimkan oksigen ke otak dan memberikan perlindungan terhadap kerusakan bebas.
  9. Lakukan latihan mental. Penelitian menunjukkan bahwa rangsangan mental dapat menjaga otak tetap sehat dan meningkatkan kekuatan daya ingat.
  10. Lakukan latihan fisik. Latihan fisik setengah jam sebanyak 3 kali dalam seminggu cukup berdampak pada peningkatan kekuatan otak dan dapat memperbaiki kemampuan jantung untuk memompa darah lebih efektif.
  11. Oh ya..satu lagi.Kalo pesen para orang tua dulu jangan banyak - banyak makan berutu ayam.
demikian artikel kesehatan mengenai Tips Memperkuat Ingatan, semoga bermanfaat.